Senin, 30 November 2015

Penampakan Istana Dajjal di Kota Madinah Al Munawwarah

Fitnah Dajjal adalah fitnah terburuk dan paling mengerikan yang akan menimpa umat manusia. Tiap tahun bertambahlah fitnah dan akan muncul fitnah lagi yang lebih dahsyat hingga akhirnya muncullah fitnah Dajjal. Kita tidak tahu kapan itu akan terjadi, tetapi melihat dari tanda-tanda seperti yang di isyaratkan rasulullah di pastikan waktunya Dajjal hampir tiba.

Terkait fitnah Dajjal ini, Rasulullah berpesan kepada seluruh ummatnya untuk membaca Al-Qur’an Surat Al-Kahfi sepuluh ayat pertama atau sepuluh ayat yang terakhir, dianjurkan agar dihafalkan sehingga bisa dibaca setiap hari. Khusus pada malam Jumat atau hari Jumat membaca Al-Qur’an Surat Al-Kahfi seluruhnya, tapi minimal kita hafal sepuluh ayat Al Kahfi. Oleh karena itu, ajarkanlah kepada istri kita, anak-anak kita, saudara-saudari kita, sahabat-sahabat kita dan seluruh kaum muslimin pada umumnya. Karena pada saat zaman kemunculan Dajjal yang semakin dekat ini, hampir seluruh penghuni di permukaan bumi ini akan kafir dan beriman kepada Dajjal. Pada zaman itu cobaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu besar, tidak ada air satu tetes pun yang turun dari langit, tidak ada hujan, tumbuhan pun tidak ada yang tumbuh, dan semua orang akan mengalami kelaparan massal. Saat itulah Dajjal akan membawa makanan, memerintahkan langit untuk turun hujan, memerintahkan tanah untuk menumbuhkan tanaman, sehingga orang-orang yang tidak kuat imannya akan mengikuti Dajjal. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi kita dari fitnah Dajjal. Amien...

Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, kelak di akhir zaman Dajjal akan terus menyerang semua manusia dan semua tempat hingga sampailah Dajjal tiba di kota Madinah Al-Munawwah, akan tetapi Dajjal tidak bisa masuk ke dalamnya. Maka akan berguncanglah Madinah dengan 3 kali gempa. Sebelumnya Madinah tidak pernah gempa. Sepanjang Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam masuk ke Madinah Al-Munawwarah di saat hijrah sampai akhir zaman kota Madinah tidak akan pernah gempa terkecuali saat itu, yakni saat datangnya Dajjal di depan Madinah Al-Munawwarah. Pada saat itu Madinah akan mengalami gempa dengan 3 kali guncangan sehingga keluarlah semua orang kafir dan munafik. Maka berkata Imam Ibn Hajar di dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari bahwa di saat itu semua Rasul mengatakan munafik, fasik, kafir, semuanya keluar dari Madinah kecuali orang-orang mukhlisin, yakni orang-orang yang mencintai Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam yang tidak akan bergeming dari Madinah Al-Munawwarah. Sebagaimana kita ketahui, sampai saat ini banyak orang musyrik, fasik, ada di Madinah dan mereka akan keluar di saat guncangan 3 kali sehingga mereka keluar mengikuti Dajjal. Pada saat itulah Dajjal membawa pasukannya mengepung Madinah Al-Munawwarah. 

Imam Ibn Hajar menukil salah satu hadits dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari dengan sanad yang shahih bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam menjelaskan, Dajjal itu berkata, “Itu masjid Muhammad, itu masjid Nabawi yang harus kita kuasai”. Dari kejauhan Dajjal sudah menunjuknya, kubah hijau masjidnya Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam telah ditunjuk oleh Dajjal dan berkata, “Itu masjid Muhammad, itu masjid Muhammad, kita harus sampai kesana”. Lantas Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda sebagaimana riwayat Shahih Bukhari di saat itu Madinah mempunyai 7 pintu, dan disetiap pintunya dijaga oleh 2 malaikat sehingga Dajjal tidak bisa masuk ke dalamnya.

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda, “Al-Masih Ad-Dajjal tidak akan memasuki Madinah yang pada saat itu memiliki 7 gerbang (pintu) yang disetiap gerbangnya akan dijaga oleh 2 malaikat (Shahih Bukhari).

Jika kita melihat peta Madinah Al-Munawwarah saat ini akan terlihat 7 jalan utama yang memasuki kota Madinah Al-Munawwarah. Ketujuh jalan tersebut adalah berasal dari Jeddah, Makkah, Rabigh, Bandara, Tabuk, dan 2 lagi dari wilayah sekitarnya. Lalu siapa yang memberi pengetahuan kepada Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam mengenai kota Madinah Al-Munawwarah yang modern seperti sekarang ini sampai ada 7 pintu jalan utama?. Inilah salah satu bukti kebenaran Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.
7 Pintu Masuk Kota Madinah dari Google Earth

Dalam sebuah hadits, dari Abdullah bin Syafiqq, dari Muhjin bin Adra, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda di hadapan orang banyak, “Hari Pembebasan, Hari Pembebasan, Hari Pembebasan!” dan mengulanginya 3 kali. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam ditanya oleh salah seorang sahabat, “Apakah Hari Pembebasan itu?” Dijawab, “Dajjal (penipu pada akhir zaman), Dajjal akan datang, memanjat dan menetap di atas Jabal Habsyi, melihat ke arah Madinah dan bertanya kepada para pengikutnya; ‘Adakah Anda melihat Istana Putih itu? Itulah Masjid Muhammad’.” Kemudian Dajjal akan coba mendekati Kota Madinah dan mencari jalan di setiap sudut. Tetapi malaikat menghalanginya dengan pedang. Dan Dajjal akan sampai ke tanah lapang al-Jurf dan membuat kemah. Madinah akan bergetar sebanyak 3 kali dan akan ada orang munafik lelaki atau wanita keluar untuk menyertai Dajjal. Ini adalah hari pembersihan.” (Syaikh Musthafa al-‘Adawi dalam Sahih al-Musnad, Hadis al-Fitan).

Kemudian dalam sebuah hadits lain disebutkan bahwasanya Abu Said meriwayatkan bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda, “Dajjal akan tiba dan dia terlarang untuk memasuki Madinah. Dia akan tinggal di sebuah daerah bergaram di sekitar Madinah”. (Shahih Bukhari).

Dalam riwayat lainnya juga disebutkan, dari Anas bin Malik bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda, “Dajjal akan datang di suatu tempat dekat Madinah dan kemudian bergoncanglah Madinah tiga kali sehingga semua orang kafir dan munafik keluar dari Madinah dan menuju kepadanya (Shahih Bukhari).

Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda, “Dajjal akan mendaki gunung dan melihat ke arah kota Madinah. Kemudian dia akan megatakan kepada para pengikutnya, ‘Kalian melihat Istana Putih itu? Itu adalah masjidnya Ahmad'” (Hakim dalam Mustadrak Shahih sesuai syarat dari Imam Muslim).

Kini, di pinggiran kota Madinah tepatnya di Jabal Habsyi sekitar 7km dari Madinah Al-Munawarah telah berdiri sebuah bangunan megah yang didirikan oleh Raja Arab Saudi. Bangunan tersebut dikenal dengan nama resmi “Royal Palace” atau “Kingdom Palace” atau Istana Kerajaan Saudi, tetapi penduduk setempat menyebutnya sebagai “Dajjal Palace” atau Istana Dajjal. Banyak ulama mengatakan bahwa bangunan tersebut dibangun di atas Gunung Bergaram (Gunung yg mengandung unsur garam) sebagaimana telah diceritakan oleh Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam dalam haditsnya di atas.
Kingdom Palace di Jabal Habsyi (tampak samping), terletak 7 km dari kota Madinah Al-Munawwarah

Kingdom Palace di Jabal Habsyi (tampak atas), terletak 7 km dari kota Madinah Al-Munawwarah

Kingdom Palace di Jabal Habsyi (tampak atas), terletak 7 km dari kota Madinah Al-Munawwarah

Dan jika kita lihat dari Istana Kerajaan (Kingdom Palace) yang berada di atas Jabal Habsyi maka Masjid Nabawi berada lurus di timur Istana tersebut. Kita pun telah melihat sekarang ini Masjid Nabawi tampak sangat besar dan megah juga indah bagaikan Istana Putih seperti yang diceritakan oleh Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. 

Padahal pada saat Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa sallam mengucapkan hadits di atas saat itu Masjid Nabawi masih sangat sederhana yang hanya terbuat dari lumpur basah berwarna kecoklatan dan juga batu bata, tidak seperti sekarang yang sangat megah bak Istana. Darimana Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam mendapatkan pengetahuan tersebut? Inilah salah satu tanda bukti kebenaran Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam yang telah nyata.
Kingdom Palace di atas Jabal Habsyi (tanda panah merah) dan White Palace/ Istana Putih (Masjid Nabawi) di Madinah Al-Munawwarah
Tampak Masjid Nabawi (Lingkaran Merah) yang Dilihat dari Kingdom Palace di Jabal Habsyi

Dajjal Segera Tiba

Dajjal adalah sosok manusia yang banyak disebut-sebut didalam Islam, Makhluk ini adalah sosok yang akan menyesatkan manusia menjelang kedatangan hari kiamat. Sosoknya di gambarkan sebagai makhluk bermata satu dengan tulisan huruf arab kaf-fa-ra dikeningnya seperti yang pernah diberitahukan oleh Nabi Muhammad dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh At Tirmdzi

“Bukankah sesungguhnya ia itu bermata sebelah, dan tertulis di antara kedua mata Dajjal itu kata kafir, yang dapat dibaca oleh setiap Mukmin.” (Muttafaqun ‘alaih) Dan dalam riwayat yang lain dinyatakan: “Tertulis diantara dua matanya huruf kaf, fa’, dan ra’.”(HR. At-Tirmidzi)

Hadist riwayat Muslim, dari Nawwas bi Sam’an: Rasullulah SAW mengatakan, “Dajjal adalah seorang pemuda berambut keriting, matanya sebelah kanan celek, aku menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy yang hidup di zaman Jahiliyah). Maka barang siapa yang menemuinya bacalah surat Al-Kahfi. Ia keluar dari sebuah jalan antara Syam dan Iraq, lalu ia membuat kerusakan dimana-mana ”

Dalam sebuah riwayat hadits yang lain di ceritakan bahwa Dajjal adalah seorang yang mempunyai postur tubuh tinggi besar, hal tersebut berdasarkan penuturan seorang Pelaut Kriten bernama Tamim Ad-Dari pada jaman Nabi Muhammad yang terdampar disebuah pulau bersama dengan 30 orang anak buahnya. Di pulau tersebut Tamim bertemu dengan seorang laki-laki yang mempunyai postur tubuh yang sangat besar

Tamim mengungkapkan "Orang tersebut merupakan orang terbesar yang pernah kami lihat, paling kuat dan tangannya terbelenggu dileher, antara lutut dan mata kakinya terbelenggu oleh besi". Apa yang diceritakan oleh Tamin Ad-Dari 14 abad yang lalu tersebut telah terjadi dan dapat kita saksikan hari ini, berikut ini kisahnya:

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam usai melakukan shalat, beliau duduk diatas mimbar sambil tersenyum seraya berkata, “Hendaklah tiap-tiap orang tetap berada di tempat sholatnya.” Kemudian beliau melanjutkan, “Tahukah kamu, mengapa saya kumpulkan kalian?.” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lah yang lebih mengerti.” Beliau bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengumpulkan kalian karena senang atau benci. Aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad Dari, seorang penganut Nasrani, telah berbaiat masuk Islam dan dia bercerita kepadaku tentang suatu masalah yang sesuai dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian mengenai Masih Ad Dajjal. Ia bercerita bahwa ia pernah naik perahu bersama tiga puluh orang yang terdiri atas orang-orang yang berpenyakit kulit dan lepra. Lalu mereka dihempas ombak selama sebulan di laut, kemudian mereka mencari perlindungan ke sebuah pulau di tengah lautan hingga sampai di daerah terbenamnya matahari.

Laut Mediteran berada di Barat Laut Jazirah Arab atau sebelah Tenggara Eropa


Dari penuturan Nabi Muhammad tentang apa yang disampaikan oleh Tamim Ad-Dari kepadanya yaitu pada saat Tamim Ad-Dari terombang-ambing ditengah lautan kemudian terdampar di sebuah pulau disitu dinyatakan bahwa dirinya sampai di daerah terbenamnya matahari hal tersebut dapat di simpulkan bahwa Tamim Ad-Dari berada disebelah barat Jazirah Arab (tempat terbenamnya matahari). Laut di sebelah barat Jazirah Arab adalah laut Merah dan Mediterania, secara geografis laut merah adalah laut yang tidak begitu luas dan ombaknya tidak begitu besar jadi dapat dikatakan hampir tidak masuk akal jika Tamim Ad-Dari dapat di hempas ombak hingga satu bulan lamanya. Dari kesimpulan tersebut maka hanya ada satu kemungkinan bahwa Tamim Ad-Dari berada di laut Mediterania dan terdampar disalah satu pulau yang berada di sekitar laut Mediterania yaitu wilayah Eropa.

Lantas mereka menggunakan sampan kecil dan memasuki pulau tersebut. Di sana mereka berjumpa dengan seekor binatang yang bulunya sangat lebat hingga tidak kelihatan mana bagian depannya dan mana bagian belakangnya, karena lebat bulunya. Mereka berkata kepada binatang itu, “Celakalah kamu! Siapakah kamu?” Binatang itu menjawab, “Aku adalah Al Jassasah.” Mereka bertanya , “Apakah Al Jassasah itu?” Dia menjawab, “Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam biara ini, karena ia sangat merindukan berita kalian.” Kata Tamim, “Ketika binatang itu menyebut seseorang, kami menjauhinya, karena kami takut binatang itu adalah setan.

Sebelum Tamim Ad-Dari bertemu dengan makhluk yang kemudian di ketahui bahwa makhluk tersebut adalah Dajjal, dia bertemu dengan sosok yang hingga kini belum di ketahui makhluk tersebut sebenarnya binatang atau Jin. Kemungkinannya adalah Jin karena jika binatang maka tentu dia tidak akan dapat berbicara kepada Tamim Ad-Dari. Makhluk tersebut megaku sebagai Al Jassasah, Al-jassasah sendiri dapat di artikan sepagai pengintai atau memata-matai (tajassus), dia juga mempunyai bulu yang sangat lebat dan susah di bedakan mana bagian depannya dan mana bagian belakangnya. Hingga kini para ilmuwan Islam masih menyelidiki makhluk apa sebenarnya yang menemui Tamim Ad-Dari tersebut.
Syaikh Imran Hussein

Dari pembicaraan selanjutnya Tamim diminta oleh makhluk berbulu lebat tersebut untuk memasuki sebuah biara atau tempat ibadah. Sebuah tempat yang terdapat biara (tempat ibadah) di sekitar Mediterania ketika itu adalah Italia (Romawi) atau sekitarnya, namun demikian Syaikh Imran Hussein lebih yakin bila pulau yang dimaksud adalah Inggris.

Lalu kami berangkat cepat-cepat hingga kami memasuki biara tersebut, tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sangat besar tubuhnya dan tegap, kedua tangannya dibelenggu ke kuduknya, antara kedua lututnya dan mata kakinya dirantai dengan besi.

Kami bertanya, “Siapakah Engkau ini?”
Dia menjawab, “Kalian telah dapat menguak beritaku, karena itu beritahukanlah kepadaku siapakah sebenarnya kalian ini?”
Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang dari Arab. Kami naik perahu dan kami terkatung-katung di laut dipermainkan ombak selama satu bulan, kemudian kami mencari tempat berlindung ke pulaumu ini dengan menaiki sampan kecil yang ada di sini lantas kami masuk pulau ini, dan kami bertemu seekor binatang yang bulunya sangat lebat hingga tidak kelihatan mana qabulnya dan mana duburnya karena lebat bulunya.

Lalu kami bertanya, “Celakalah kamu ! Siapakah kamu?”
Dia menjawab, “Aku adalah Al Jassasah.”
Kami bertanya, “Apakah Al Jassasah itu?”
Dia menjawab, “Pergilah kepada lelaki ini di dalam biara, karena ia merindukan berita kalian.”
Lalu kami bergegas menemui
anda dan meninggalkan dia, dan kami merasa tidak aman jangan-jangan dia itu setan.”

Dia (lelaki itu) berkata, “Tolong kabarkan kepada kami tentang desa Nakhl Baisan.”
Kami menjawab, “Tentang apanya?”
Dia berkata, “Tentang kurmanya, apakah berbuah?”
Kami menjawab, “Ya.”
Dia berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya pohon-pohon kurmanya akan tidak berbuah lagi.”
Mari kita bahas tentang isi dialog tersebut dan kita cocokan dengan realita yang terjadi saat ini. Lelaki tinggi besar yang di temui oleh Tamim Ad-Dari tersebut bertanya tentang kurma di wilayah Baisan.  Baisan atau Bisan adalah sebuah kota yang terletak di distrik North District dari Israel yang memainkan peranan sejarah yang teramat penting berdasarkan lokasi geografisnya yang terletak di persimpangan dari lembah sungai Lembah Sungai Jordan dan lembah Jezreel. Kota ini juga memainkan peranan yang teramat penting di dunia modern, dimana ia bertindak sebagai pusat kegiatan regional untuk beberapa desa di sekitarnya Beit She'an Valley Regional Council. (Wikipedia Indonesia)

Perlu diketahui wilayah Baisan (Beit She'an) ketika itu adalah sebuah wilayah yang subur dengan tanaman kurma yang sangat banyak dan berbuah cukup lebat, Baisan berada di Palestina di Al-Ghaur utara berdekatan dengan sungai Jalut yang mengelir di perkebunan Ibnu Amir. Dalam buku Armagedon yang ditulis oleh Wisnu Sasongko disitu disebutkan bahwa Israel sering menjadikan Baisan sebagai target sasaran serangan, sehingga menyebabkan hancurnya perkebunan kurma di Baisan, sebagian pohon kurma mati sebagian lainnya terganggu pertumbuhannya sehingga buah yang dihasilkan sangat sedikit.

Baisan sendiri saat ini dalam kekuasaan Israel dan lebih banyak difungsikan sebagai tempat pariwisata, yang secara otomatis sektor wisata lebih diutamakkan daripada sektor pertanian dengan tanaman kurmanya. Kondisi tersebut tentu menyebabkan kurma sudah tidak mudah lagi ditemukan di Baisan, mungkin hal inilah yang diisyaratkan oleh Dajjal dengan perkataannya  “Ketahuilah, sesungguhnya pohon-pohon kurman di Baisan tidak akan berbuah lagi.”
Salah satu wilayah Baisan, sudah tidak terlihat lagi pohon-pohon Kurma

Salah satu sudut kota Baisan yang sudah hancur oleh serangan Israel

Wilayah Beisan Saat ini

NEXT : Dan dia bertanya lagi, “Tolong beritahukan kepadaku tentang Danau Ath Thabariyah.” Kami bertanya, “tenatang apanya?” Dia bertanya, “Apakah ada airnya?” Kami menjawab, “Airnya banyak sekali.” Dia berkata, “Ketahuilah sesungguhnya airnya akan habis.”

Danau Thabariyah (Lake Tiberias) atau lebih dikenal dengan nama Laut Galilee/ Galilea atau dalam bahasa Ibrani disebut Kinnerot atau Genesaret. Danau Thabariyah terletak di dataran tinggi Golan sebelah timur dari Palestina. Sekarang danau tersebut dikuasai oleh kaum Yahudi. Sejak tahun 2000, Danau Thabariyah telah mengalami kekeringan dengan sangat cepat dan drastis, bahkan saluran-saluran air yang mengalir dari danau ini, khususnya di sekitar Jordania tersisa seperti solokan-solokan kecil. Menurut beberapa ahli dan peneliti, Danau Thabariyah akan mengering dalam waktu kurang dari 100 tahun saja. Bahkan sebagian di antara mereka mengatakan bahwa danau ini akan mengering dalam waktu kurang dari 50 tahun saja, perhatikan perb
edaan kondisi danau Tiberias ini antara dulu dan sekarang.


Letak danau Thabariyah
Dalam website resmi tentang danau Tiberias dimuat sebuah seruan agar warga Israel melakukan penghematan terhadap penggunaan air, seruan tersebut kurang lebih begini:

Kineret, waduk utama air tawar Israel, mengering! Bertahun-tahun curah hujan turun di bawah rata-rata dan telah menyebabkan tingkat air menurun hingga hingga ke "garis hitam," air tidak dapat dipompa tanpa menyebabkan kerusakan parah pada pasokan air secara keseluruhan. Meskipun ada rencana untuk membangun pabrik desalinasi, mereka tidak akan beroperasi selama beberapa tahun, sehingga adalah tugas kita semua untuk menghemat air!

NEXT : Selanjutnya dia berkata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang Negeri ‘Ain Zughar.” Kami bertanya, “Tentang apanya?” Dia menjawab, “Apakah sumbernya masih mengeluarkan air yang dapat digunakan penduduknya untuk menyiram tanamannya?” Kami menjawab, “Airnya banyak sekali, dan penduduknya menggunakannya untuk menyiram tanaman mereka.”
Perhatikan Airnya yang Semakin Surut
Yaqut berkata, “Orang terpercaya bercerita kepadaku bahwa Zughar berada di ujung sebuah danau yang berbau busuk pada sebuah lembah di sana. Jarak antara mata air itu dengan Baitul Maqdis sepanjang perjalanan tiga malam, daerah tersebut ada di sisi kota Hijaz, dan mereka memiliki perkebunan di sana [Lihat Mu’jamul Buldaan (III/142-143), dan kitab an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (II/304)].

Mata Air Zughar sendiri masih menyambung dengan Danau Thabariyah, terletak di sebelah selatan danau tersebut, masuk ke dalam wilayah Syiria. Mata air ini menjadi tumpuan utama bagi penduduk Syiria dan Palestina dalam mengairi perkebunan mereka. Keringnya Danau Thabariyah pasti akan diiringi oleh keringnya Zughar. Atau bisa jadi sebaliknya, Zughar yang lebih dahulu kering lalu disusul dengan keringnya Danau Thabariyah
.

NEXT : Dia berkata lagi, “Tolong beritahukan kepadaku tentang Nabi orang ummi, apakah yang dilakukannya?” Kami menjawab, “Beliau telah hijrah meninggalkan Mekkah ke Yastrib” Dia bertanya, “Apakah orang-orang arab memeranginya?” Kami menjawab, “Ya.” Dia bertanya lagi, “Apakah yang dilakukannya terhadap mereka?” Lalu kami beritahukan bahwa beliau menolong orang-orang Arab yang mengikuti beliau dan mereka mematuhi beliau. Dia bertanya, “Apakah benar demikian?” Kami menjawab, “Benar.” Dia berkata, “Ketahuilah bahwasannya lebih baik bagi mereka untuk mematuhinya. Dan perlu saya beritahukan kepada kalian bahwa saya adalah Al Masih (Ad Dajjal), dan saya akan diizinkan keluar, yang nantinya saya akan berkelana di muka bumi, maka tidak ada satupun desa melainkan saya singgahi selama empat puluh malam kecuali Mekkah dan Thaybah, karena kedua kota ini diharamkan atas saya.

Dekatnya waktu antara kedatangan Nabi terakhir dengan hari kiamat seperti dekatnya jari tengah dan jari telunjuk. Sedangkan menjelang hari kiamat, Dajjal akan dilepas dan dibiarkan berkelana ke seluruh penjuru bumi. Pantas saja bila Dajjal menanyakan hal tersebut. Dan Dajjal sendiri membenarkan nubuwwah Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam, bahkan membenarkan orang-orang yang mengikutinya.

Kemudian Dajjal berkelana selama 40 malam ke seluruh kota, kecuali Makkah dan Madinah. Ini merupakan tanda keistimewaan Makkah dan Madinah. Walaupun dua kota ini tidak terhindar dari fitnah-fitnah yang besar, namun dua kota ini terhindar dari fitnah yang paling besar.

NEXT : Setiap saya hendak memasuki salah satunya, saya dihadang oleh seorang malaikat yang menghunus pedang. Dan pada tiap-tiap lorongnya ada malaikat yang menjaganya.” Fatimah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda sembari mencocokkan (memasukkan) tongkat kecilnya ke mimbar,” “Inilah Thaybah, inilah Thaybah, inilah Thaybah, yakni Madinah. Ingatlah bukankah aku telah memberitahukan kepadamu mengenai hal itu?” Orang-orang menjawab, “Ya.” Selanjutnya beliau bersabda, “Saya heran terhadap cerita Tamim yang sesuai dengan apa yang telah saya ceritakan kepada kalian, juga tentang kota Madinah dan Mekkah. Ketahuilah bahwa dia bearada di laut Syam atau laut Yaman. Oh tidak, tetapi dia akan dating dari arah Timur… dari arah Timur… dari arah Timur…” Dan beliau berisyarat dengan tangan beliau menunjuk ke arah Timur. Fatimah berkata, “Maka saya hafal ini dari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam.” (HR. Muslim, dari Fatimah binti Qais, Abu Hurayrah, ‘A`isyah, dan Jabir, Fathul Bari 13:328).
Sudah jelas kiranya penjelasan Tamim Ad Dari tentang Dajjal yang ditemuinya di Eropa tadi. Dajjal akan dilepaskan selama 40 hari, dan Rasuulullah membenarkan cerita Tamim Ad Dari.
Dari Kisah Dajjal

Dimana Bani Tamim dan Panji-Panji Hitam Berada?

panjihitam

RASULULLAH SAW sudah menerangkan begitu banyak tanda akhir zaman. Salah satunya tentang kelompok yang mengusung panji-panji hitam. Dimana mereka berada kiranya?
Sabda Nabi SAW “Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya di tengah- tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk”. Maksudnya ialah al-Mahdi. (Ibn Majah, Abu Nuaim & Al- Hakim)

Sabda Nabi SAW, “Apabila keluar Panji-panji Hitam dari arah Khurasan, tidak akan ada sesuatu apa pun yang dapat menolaknya hinggalah dipacakkan di Ilya.” (At- Tarmizi)

lbnu Hazm menyatakan bahwa: “Bani Tamim adalah sebuah Qabilah terbesar dalam qabilah arab dengan bilangan kaumnya yang banyak serta rangkaian sukunya yang luas sehingga Bani Tamim dikatakan sebagai tunggak utama bagi bangsa arab keseluruhannya …. Bahkan mereka mula bertebaran keluar dari dunia arab sejak zaman awal Islam melalui penyertaan mereka yang ramai di dalam bala tentera Islam. Banyak yang digerakkan menuju ke kawasan Khurasan dan lain-lain kawasan penerokaan wllayah …. “.
Dari beberapa dalil di atas kita dapat mengetahui bahwa Bani Tamim adalah pembawa panji-panji hitam berada di daerah khurasan. Mari kita kembali pada sejarah agar kita lebih mudah menkaji hal ini.
Nama wilayah ini selama kekhalifahan pada 750 CE. Khurasan adalah bagian dari Persia. Di sebelah timur adalah Hind (Sind), yang terhubung budaya sebagian besar dengan India (Hindustan).
Nama “Khorasan” berasal dari Persia Tengah khor (berarti “matahari”) dan asan (atau ayan secara harfiah berarti “datang” atau “datang” atau “akan datang”), maka berarti “tanah di mana matahari terbit”.
Khorasan, juga ditulis sebagai Khurasan, adalah suatu daerah yang bersejarah yang berbaring di timur laut Persia yang telah disebutkan dalam berbagai sumber di masa lalu.Khurasan terdiri dari kota-kota Masyhad , Nishapur , Sabzevar dan Kashmar (sekarang di Iran ), Balkh , dan Herat (sekarang di Afghanistan), Merv , Nisa dan Abiward (sekarang di Turkmenistan ), Samarqand dan Bukhara (sekarang di Uzbekistan ). Beberapa percaya bahwa pada waktu tertentu Khorasan menutupi area yang lebih luas, yang termasuk Transoxiana , Soghdiana , Sistan , dan memperluas ke batas-batas India .
Setelah kita mengamati sejarah dan peta yang termasuk wilayah khurasan adalah Iran, Pakistan, afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan dan India. Karena dalam hadits Rasulullah s.a.w mengatakan ”Dari Arah Khurasan”.
Kesimpulannya, bahwa pemimpin Bani Tamim yang membawa jamaah panji-panji hitam berada di antara Iran, Afghanistan, Pakistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan India. Kita juga akan mendapat kesimpulan bahwa panji-panji hitam adalah suatu jamaah yang dipimpin oleh seorang pemimpin/amir yang berketurunan Bani Tamim yang senantiasa menggunakan dakwah sebagai senjata mereka. Mereka senantiasa menawarkan kalimah ”Lailahailallah muhammadurasulullah” kepada setiap orang yang mereka datangi.  [sumber: syiar-muslim]
ŀ